Kamis, 15 November 2012

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF

Dampak Positif dan Negatif Media Massa terhadap Olahraga
A.    Dampak Positif
Media massa memiliki banyak efek positif pada banyak orang. Di negara-negara seperti India, media massa telah membuat perubahan yang luar biasa. Orang-orang di masyarakat pedesaan sekarang dapat berkomunikasi kembali dan sebagainya.Anak-anak negeri ini sekarang mampu untuk mendapatkan dan memperluas pendidikan mereka, ada perbaikan terus menerus dalam sistem perawatan kesehatan mereka dan teknik pertanian modern bahkan sedang dikembangkan.
Tidak semua orang setuju bahwa media massa memiliki efek positif, sebagian orang percaya bahwa hal itu telah merusak masyarakat bisa diperbaiki. Karena media massa memiliki pengaruh yang luar biasa seperti pada masyarakat, mungkin berakhir membentuk cara berpikir dan individu. Sebuah contoh yang baik dari hal ini adalah melalui iklan."Ini adalah iklan, oleh dan besar, yang mendukung massa meresap dan luar biasa di Amerika Serikat 'sistem media yang beragam Periklanan fokus utama adalah semakin baik Anda menampilkan komoditas lebih dari komoditas yang Anda jual. Sektor swasta memberikan industri periklanan uang untuk menjual produk mereka, dan perusahaan yang menawarkan modal yang paling adalah orang yang mendapat produk mereka ditayangkan sinilah salah satu kendala utama kami, yang dikenal sebagai, persaingan datang ke dalam bermain. Apapun perusahaan memegang modal yang paling memutuskan apa yang kita sebagai masyarakat bisa mengkonsumsi. Pengiklan akan mengatakan bahwa mereka menghasilkan apa tuntutan konsumen tetapi di sisi lain mereka menempatkan banyak pembatasan pada apa yang kita dapatkan untuk mengkonsumsi.
Dengan pertumbuhan konstan media massa banyak kesempatan bagi individu telah timbul. Untuk menunjukkan bagaimana media massa telah membuka banyak pintu bagi banyak individu, makalah ini akan menggunakan pengaruh dari media massa di dunia olahraga. Kedua dampak positif dan negatif dari media massa akan diuraikan.
Media massa memberi keuntungan kepada olahraga. Telah dikemukakan di atas bahwa olahraga perlu memanfaatkan kehadiran media massa untuk mengembangkan dunia olahraga sendiri, sehingga olahraga memperoleh dampak positif dari kehadiran media massa. UNESCO ( dikutip oleh Bennett et all, 1983: 241-243) mengusulkan agar media massa mengambil peran dalam meningkatkan pemahaman internasiaonal terhadap nilai olahraga yang tentu saja jauh melenihi realitas dunia olahraga yang ada. Media massa juga mampu memberikan makna politik olahraga yang ada. Media massa juga mampu memberikan makna politik ollahraga secara internasional.
Bennet et al (1983: 237-238) menambahkan bahwa media massa harus dimanfaatkan untuk mengkampanyekan program nasional kgiatan massal, seperti program memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Dengan begitu, program olahraga massal akan memperoleh hasil memuaskan apabila didukung promosi dan penyebaran informasi oleh media massa.
Media massa memainakan peran yang penting dalam melahirkan pahlawan-pahlawan olahraga pada abad ke-20. banyak bintang olahraga yang mendunia karena dibesarkan oleh media massa. Bintang-intang olahraga menjadi terkenal dibanding tokoh-tokoh politik. Kondisi ini tidak terlepas dari andil media massa dalam menyiarkan dan menanyangkan peristiwa atau kegiatan olahraga. Banyak bintang besar lahir dan dibesarkan oleh media massa.
Coakley (1994 : 356) menyatakan bahwa media massa mengirimkan pesan dan gambaran olahraga yang benar dalam acara dan programnya, sehingga masyarakat menjadi peduli akan kegiatan olahraga. Selanjutnya, menurut Arlen (dalam wise, 1994: 460) media massa mempengaruhi olahraga di amerika salam berbagai bentuk. Pengaruh tersebut antara lain : tayangan olahraga dalam telivisi menyuguhkan gambar dengan sudut pandang yang lebih baik dibandingkan nonton langsung di stadion. Putaran kompetisi menjadi lebih panjang dengan peserta tim yang terlibat lebih banyak.
Popularitas olahraga meningkat karena ditayangkan dan diberitakan oleh media massa. Rakyat amerika serikat begitu menggandrungi ”baseball”,”football”, hoki es dan bolabasket, karena media massa mempromosikan dan memberitakan secara besar-besaran kegiatan tersebut pada masa awal perkembangannya. Kompetisi bolabasket NBA, bisa dinikmati dan digandrungi oleh sebagian masyarakat indonesia karena ditayangkan dan diberitakan oleh media massa di indonesia.

Piala dunia perancis 1998 begitu gegap gempita dan bisa dinikmati oleh ratusan juta pemirsa diseluruh dunia karena digembar-gemborkan oleh media massa pula. Tidak menutup kemungkinan, panitia pelaksana akan meneruk keuntungan yang melimpah diakhir acara. Sedemikian meriah dan populer piala dunia yang sedang berlangsung di perancis,sehingga bisa sedikit mengalihkan perhatian sebagian oenduduk indonesia dai krisis yang mereka derita.
Media massa seperti membantu kegiatan olahraga dengan menayangkannya, padahal yang sebenarnya adalah media massa mengincar keuntungan yang berlipat dari kegiatan yang mereka lakukan. Peristiwa olahraga menyimpan potensi keuntungan yang menggiurkan di dalamnya. Para pengusaha akan rela menghamburkan dana jutaan dolar untuk memasang iklan dalam siaran olahraga yang ditonton oleh jutaan pemirsa merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan angka penjualan. Kondisi ini disadari betul oleh pemilik media massa, sehingga mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan hak siaran kegiatan olahraga yang mendunia. Mereka yakin keuntungan yang diperoleh akan berlipat-lipat.
Media telah memberikan paparan olahraga untuk audiens yang jauh lebih besar daripada hanya orang-orang yang hadir di game. Ini berarti orang yang suka menonton olahraga, tetapi tidak mampu untuk pergi ke permainan hidup dapat melihatnya di rumah mereka atau mendengarkan atau membaca hasil dari permainan di koran atau di Internet yang juga merupakan perpanjangan dari media.
Perhatian media pada olahraga telah menciptakan seperti pasar keuangan untuk universitas olahraga dan sekolah tinggi memiliki program basket yang memberikan anak-anak yang unggul dalam olahraga dan tidak mampu pasca pendidikan menengah kesempatan untuk menghadiri universitas dan karir mungkin dalam olahraga. Atlet sekarang diakui untuk kemampuan mereka dan diberi beasiswa dan hibah untuk menghadiri universitas, yang merupakan hasil dari media memberikan paparan olahraga.
Media telah memperluas perjuangan kesetaraan perempuan ke dalam olahraga basket dengan memberikan paparan wanita dalam olahraga sebagai atlet yang sebenarnya dan bukan tradisional mereka peran perempuan dianggap sebagai pemandu sorak olahraga. Gadis tumbuh sekarang dapat mengidentifikasi dengan atlet wanita di basket sebagai model peran dan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam olahraga.
Media menyebabkan pemain olahraga terutama pada tingkat profesional dan perguruan tinggi untuk memiliki disiplin dan moral terutama karena paparan media memberi para pemain untuk "penggemar" yang menyebabkan mereka dianggap panutan.
Pertumbuhan basket pada aspek keuangan adalah akibat langsung dari media, di masa lalu gaji atlet di liga profesional non komparatif dengan gaji para atlet saat ini, karena media memberikan audiens yang lebih besar yang memberikan pendapatan kepada tim dan pemain mendapatkan bagian dari kekayaan baru.
Pemain basket sekarang dipandang sebagai model peran melalui media dan orang-orang mencoba meniru pahlawan basket mereka kepada para pemain sejauh dengan kepribadian karismatik dan keterampilan basket yang sangat baik dibayar untuk mendukung produk. Pemain basket seperti seperti Michael Jordan, Shaquille O'Neal, dan Grant Hill untuk beberapa nama yang dianggap sebagai pahlawan bagi manusia dan kontrak yang diberikan untuk mendukung produk.
B.     Dampak Negatif
Media massa merugikan perkembangan olahraga. Selain kedua hal diatas, media massa menimbulkan kerugian bagi dunia olahrga. Beberapa cabang olahraga menjadi tidak karu-karuan terkena pengaruh media massa. Sage (1990:119) menyatakan bahwa untuk meningkatkan daya tarik bagi penonton dan menyesuaikan denga kebutuhan siaran,industri telivisi diizinkan untuk mendapatkan ikalan, demikianlah cara media memanfatkan iklan, demikianlah cara media memanfaatkan olahraga. Media massa tidak memiliki minat yang baik terhadap olahraga, ia semata-mata hanya mencari keuntungan belaka.
Olahraga secara signifikan dipengaruhi oleh media massa dalam berbagai hal, seperti penjadwalan kompetisi, waktu permainan, perubahan peraturan, gaji pemain, tayangan olahraga, dan persepsi terhadap tim dan pemain (Altheide & Snow dalam Wise, 1994 : 489-490). Penulis menyaksikan sendiri bagaimana pemegang hak siar mengatur jam pertandingan suatu turnamen bulu tangkis tingkat dunia agar sesuai dengan ”prime time” (waktu tayangan utama) di negara yang dituju. Partai utama harus disiarkn tengah makam, karena perbedaan waktu sekitar empat jam dengan negara yang dituju siaran langsung. Partai tertentu harus dimainkan dilapangan tertentu agar bisa disiarkan ke negara tujuan. Partai tertentu harus dimainkan dilapangan tertentu agar bisa disiarkan disiarkan ke negara tujuan. Pimpinan pertandingan, atau ”refferee” sekalipun tidak memiliki kewenangan untuk membantah pengaturan tersebut. Contoh lain yang menarik adalah beberapa pertandingan di piala dunia USA 1994 harus dilaksanakan siang hari bolong agar sesuai dengan waktu tayang utama dinegara yang dituju. Dari segi prestasi jelas hal itu omong kosong. Bagamana orang akan berprestasi bagus, bila harus bermain ditengah terik matahari musim panas yang menyengat. Tidak mengaami dehidrasi saja sudah untung,sehingga jangan harap pemain bisa menampilkan prestasi puncak.
Cico (1990:10) menabahkan bahwa pers menciptakan mitos atau persepsi publik yang tidak betul terhadap olahraga. Konon banyak atlit, pelatih dan pembina, kesulitan untuk melaksanakan tugas mereka karena mereka merasa terganggu oleh pemberitaan media massa. Di amerika serikat, banak guru penjas yang berhenti melatih karena tidak tahan diusik terus menerus oleh pemberitaan media massa. Di amerika serikat, banyak guru penjas yang berhenti melatih karena diusik terus menerus oleh media massa yang tidak benar tentang gaji yang mereka terima. Dalam pemberitaanya, guru seolah-olah mendapatkan gaji yang emnggiurkan padahal kenyataannya berbicara sebaliknya. Atlet sekaliber stefi grad bisa menarik diri dari beberapa turnamen yang harus diikutinya dan prestasinya anjlok, karena ia tidak tahan oleh gangguan media massa yang menyebarkan kasus yang menimpa ayahnya.
Perhatian media terhadap kehidupan pemain 'melampaui lapangan basket dan masuk ke kehidupan pribadi mereka yang memberikan pemain tidak ada privasi. Pasukan media untuk atlet hidup hampir seperti status suci dan media mendalami setiap langkah mereka. Atlet profesional memiliki akses umum terbatas karena mereka tidak dianggap sebagai warga normal.
Baru-baru ini Kareem Abdul Jabbar ditangkap karena merokok ganja saat mengemudi dan media terkena suatu aspek pribadi hidupnya untuk masyarakat umum. Michael Jordan dituduh memiliki masalah judi karena dia pergi ke kasino dan kehilangan 2 juta dolar yang banyak untuk orang rata-rata tapi uang saku kepadanya.
Pemain bola basket terutama pada tingkat profesional yang dipertimbangkan di atas hukum sebagai akibat langsung dari media karena status mereka menempatkan mereka ke dalam kategori yang berbeda dari masyarakat umum. Ketika Latrell Sprewell tersedak pelatih kasusnya diperlakukan berbeda dari orang normal melakukan kejahatan yang sama hukumannya jauh lebih berat daripada orang normal.

Ada dampak positif dan negatif lain dari media basket tetapi sebenarnya perlu dicatat keberhasilan pertumbuhan olahraga adalah hasil dari perhatian media telah menerima di masa lalu dan sekarang. Media adalah sebuah pengaruh positif terhadap olahraga pada umumnya dan beberapa efek negatif harus hadir karena tidak ada di dunia ini yang sempurna tanpa efek samping atau efek negatif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar